👉 📱📱📱📱📱⬇️


📲Ketergantungan manusia dengan ponselnya sudah memasuki tahap mengkhawatirkan. Tidak sedikit orang yang selalu cemas ketika tahu bahwa ia lupa membawa ponselnya. 

⏩Bahkan, ada juga yang enggan meninggalkan ponselnya dan membawanya ke mana pun, bahkan ke kamar kecil sekali pun! Ada juga ketakutan dan kepanikan yang terjadi saat seseorang mencari ponselnya yang entah terselip di mana, menimbulkan rasa paranoia yang berlebihan. 
👉 Gejala tersebut menjadi tanda-tanda umum yang dialami masyarakat yang hidup di era teknologi seperti sekarang ini. Mungkin, sebagian besar masyarakat dunia telah mengalami nomophobia (no mobile phone phobia).

_Sumber:Jagatreview.com_

📰Artikel terkait " *Nomophobia*" sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat modern dewasa ini. Sehingga ini harus menjadi perhatian cukup serius dan segera ditangani oleh para orangtua.
Bagi umat muslim sendiri kecanduan gadget unik ini bisa dianggap virus  yang cukup membahayakan terhadap peribadatan umat, bagaimana tidak? Banyak umat muslim membawa ponsel ke tempat-tempat ibadah, tak peduli dengan Iring yang memekakan telinga, hal ini dibiarkan pada saat orang-orang sedang melaksanakan sholat berjamaah, apakah ini tidak mengganggu terhadap kenyamanan orang-orang sedang beribadah?.
Tentunya dengan kondisi demikian, kita harus berhati-hati membawa ponsel ke mesjid dengan tidak menonaktifkan terlebih dulu.
Sehingga dengan adanya virus yang ditimbulkan ponsel ini kita sejak dini harus mewaspadainya, terutama didepan istri dan anak-anak.
👋Jangan biarkan anak dan istri kecanduan terkait dengan ponsel atau gadget.
 📌Bermula iseng dengan buka-buka game atau permainan, dari sini mereka kecenderungan untuk slalu membuka ponsel tiap saat bahkan sering sehingga kecanduan gadget ini yang kian hari makin lengket.

🎯Satu cara untuk meninggalkan atau berhenti kecanduan ponsel, biasakan anak2 dan istri    untuk membaca buku-buku penting tentang agama terkait tauhid, fikih, akidah, akhlak dan juga mengkaji dan menghapalkan surat-surat dalam Al-quran serta memahami banyak hadits.

📌Tetapi sangat disayangkan, jika kebiasaan jelek ini berasal dari  perilaku orangtuanya, jangan harap anak2 mau berhenti dari kecanduan ini apalagi belajar ilmu untuk bekal di akhirat, kalau bukan dari sekarang mau kapan lagi belajar agama, karena hidup di dunia tidak bisa berlama-lama.

⁉️Apakah benar kemajuan teknologi ini, merupakan tipu daya iblis lanatulloh, kalau memang begitu adanya, jelas-jelas ini memang dashat, sampai-sampai dari berbagai kalangan religius sebegitu terpedaya dengan kemajuan teknologi seperti ini.

📡Tak bisa disangkal, jaman yang penuh fenomental, entah siang atau malam siapapun yang tersandung dengan gadget, banyak orang menjadi lupa terhadap berbagai persoalan. 

🎯Dari mulai mencari nafkah sampai masalah ibadah, dari mulai mencari rizki sampai duduk berzikir dan dari masalah mikro sampai makro. *Ironis*, _kegilaan dengan barang unik ini, bukan saja dilakukan anak-anak, muda-mudi dan orang dewasa bahkan nenek-nenek, kakek-kakek, tidak di kota atau kampung bahkan pelosok daerah terpencil *Nomophobia* sudah merambah yang begitu pesatnya, mereka tidak mau ketinggalan slalu standbye di depan ponselnya_.
Di kalangan orang dewasa yang sudah berumah tangga, pertikaian antar suami istri sudah tidak aneh, ini diakibatkan hanya dengan sebuah ponsel, cukup memprihatinkan dan mengesalkan bukan.
📡Tidak dikatakan demikian, penyakit *Nomophobia* sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat, tidak ambil bulu, baik yang kaya dan yang miskin, dari tukang babat sampai pejabat, dari rakyat sampai konglomerat, tak peduli dengan harga ponsel, mau yg murah atau mahal, yang penting bisa chattingan atau  Weaan, demi harga diri tentu, walau dengan sekalipun ambil kridit mereka ingin memiliki, sungguh Nomophobia sudah menghancurkan generasi masa depan bangsa, negara dan agama.

👋Jangan biarkan anak-anak terbelenggu dengan kehancuran dengan terindikasi gadget ini,  berikan pendidikan yang baik buat kehidupan dunia  dan akhirat_

👋Jangan jadikan anak pandai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi mereka sangat dangkal dalam masalah akhlak dan aqidah_.

👋Jangan jadikan anak pandai dalam masalah muamalah (bergaul) tetapi mereka dangkal masalah ibadah_.

👋Jangan jadikan anak menjadi yahudian dan nashoro serta memiliki faham komunisme, radikalisme dan terorisme_.

*Menjadi yahudi*dan *Nashoro* hanya mengedepankan dunia tetapi tidak untuk akhirat, gaya hidupnya mirip dgn mereka baik cara mencari materi, shoping, berpakaian dan bergaulnya.

*Memiliki faham komunisme*, hidup ekstrim, tidak  bertuhan (tidak beragama) yang bersandar pada tujuan hidup bersenang-senang dan demi kepuasan.

*Menjadi Radikalisme*, hidup selalu makar, protes dan melawan kepada pemerintah yang berbuat baik.

*Menjadi teroris*", hidup menjadi ekstrim untuk  mengintimidasi dan membunuh jiwa manusia yang tidak bersalah.

Jadikan anak dan istri:
➡️Taat kepada Alloh Subhana Wata'ala
➡️Taat kepada Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam
➡️Taat kepada para Ulil amri
➡️Berbakti kepada kedua orangtua ( Abi dan Umi) di rumah.
➡️Menghormati guru di sekolah.
➡️Dan menghargai tetangga dan  teman yang baik.
Dari berbagai sumber
🌍Wikipedia.com
📖Bimbingan akhlak Assalafus Shalih.